Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
MRO Updates :
MR Online Updates »
Bagikan kepada teman!

Hamba Yang Diberkahi

Hampir dipastikan ada sesuatu yang diharapkan dan akan selalu diupayakan oleh seorang hamba dalam setiap rangkaian ibadah dan amal salehnya. Ketika ia shalat, ada sesuatu yang ingin dikejar yang sifatnya manusiawi. Begitu juga dengan puasa, zakat, haji, dan ibadah-ibadah lainnya.

Sesuatu itu tidak lain adalah keberkahan. Berkah berasal dari bahasa Arab, yaitu baraka. Artinya, memiliki banyak kebaikan yang bersifat tetap dan terus-menerus. Berkah diambil dari kata birkah, yang berarti tempat berhimpunnya air. Itu berbeda dengan tempat mengalirnya air karena dua hal: jumlahnya yang banyak dan sifatnya yang tetap. Demikian disebutkan oleh ar-Raghib al-Ashfahani, pakar mantiq Arab.

Lalu, siapa sesungguhnya hamba yang diberkahi dan senantiasa akan mendapatkan kebaikan yang mengalir tanpa henti itu? 

Pertama, seseorang yang diberi kesempatan bertobat, lalu dikuatkan akidahnya, disenangkan dalam ibadah, dimuliakan akhlaknya, dan disemangatkan amal salehnya.

"Kecuali orang-orang yang bertobat, lalu beriman dan selalu beramal dengan amalan saleh. Merekalah yang akan digantikan keburukannya dengan kebaikan." (QS Al-Furqan [25]: 70).

Bagi hamba Allah yang bertobat, lalu menjaga keimanannya kepada Allah, serta lebih bersemangat ibadah dan amal salehnya, akan tersedia aneka kebaikan. Yakinlah, aneka kebaikan itu bersifat tetap dan terus mengalir seiring kelestarian amaliahnya. Inilah janji Allah yang pasti benar.

Kedua, hamba Allah yang diberkahi adalah seseorang yang diselamatkan dari fitnah. (QS Al-Hujurat [49]: 7-8). 

Fitnah adalah sesuatu yang sangat kejam, bahkan lebih kejam dari pembunuhan (QS Al-Baqarah [2]: 191). Fitnah pada akhirnya adalah sesuatu yang juga mematikan, yakni mematikan karakter, raga, dan jiwa.

Karena itu pula Rasulullah menuntun umatnya untuk melazimkan doa agar terhindar dari fitnah. "Ya Allah, kami berlindung dari siksa kubur dan api neraka. Ya Rabb, lindungi kami dari semua fitnah orang-orang hidup dan fitnah setelah kematian. Lindungi kami pula dari fitnah dahsyat al-Masih ad-Dajjal."

Seseorang yang dihindarkan dari berbagi fitnah adalah hamba-Nya yang diberkahi. Mereka inilah yang akan menuai kebaikan secara terus-menerus. Tapi, siapakah yang dihindarkan dari fitnah itu? Tidak lain adalah mereka yang setelah bertobat dan menjaga ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya (QS Al-Ahzab [33]: 71).  

Ketiga, hamba yang diberkahi adalah mereka yang dalam keadaan senangnya mendekat kepada Allah (al-Muqorrobuun), lalu tiba-tiba Allah wafatkan dalam keadaan terbaik (husnul khatimah).

Di antaranya akan dibuktikan dengan mendapatkan ucapan salam dari para malaikat. "Yaitu orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan terbaik dengan (mendapat ujaran) salam, 'Salam untuk kalian dan masuklah ke dalam surga disebabkan apa yang telah kamu perbuat'". (QS An-Nahl [16]: 32).



Ust. Muhammad Arifin Ilham
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Sholat Dulu Atau Makan Dulu??

Di dalam kitab Nailul Author as Saukani, dianjurkan makan terlebih dulu dan makannya jangan tergesa- gesa sebagaimana keterangan berikut ini:

بَابُ تَقْدِيمِ الْعَشَاءِ إذَا حَضَرَ عَلَى تَعْجِيلِ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ 
444 - عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { إذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ ، وَلَا تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ } . 
445 - وَعَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( قَالَ : { إذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَحَضَرَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ ) } . 
446 - ( وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { إذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ وَلَا تَعْجَلْ حَتَّى تَفْرُغَ مِنْهُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِنَّ وَلِلْبُخَارِيِّ وَأَبِي دَاوُد " وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُوضَعُ لَهُ الطَّعَامُ ، وَتُقَامُ الصَّلَاةُ فَلَا يَأْتِيهَا حَتَّى يَفْرُغَ ، وَإِنَّهُ يَسْمَعُ قِرَاءَةَ الْإِمَامِ " ) . 

Bab mendahulukan makan sore ketika telah datang daripada bersegera sholat magrib

1. Hadis nomer 444 dari Anas sesungguhnya Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda, " ketika makan sore telah di datangkan maka mulailah dengannya sebelum sholat magrib, dan janganlah tergesa gesa dengan makan sore kalian."

2. Hadis nomer 445 dari Aisyah dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda, " ketika sholat telah di iqomati dan datang makan sore maka mulailah dengan makan sore "

3. Hadis nomer 446 dari ibnu umar berkata : Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabd, " ketika makan sore kalian telah diletakkan dan sholat telah di iqomati maka mulailah dengan makan sore dan janganlah tergesa-gesa hingga selesai dari makan sore."

Semua hadis tersebut adalah muttafaq alaih yang diriwayatkan oleh al Bukhori dan Abu Dawud.

" Adalah ibnu umar diletakkan padanya makanan dan sholat telah di iqomati maka ibnu umar tidak mendatangi sholat hingga selesai (makan) dan sungguh ibnu umar mendengar bacaannya imam "

Dalam kitab Sarah Nawawi Alal Muslim, bab makruhnya sholat ketika makanan hadir bagi orang yang menginginkan makan saat itu juga, dijelaskan sebagai berikut:

قَوْلُهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : إِذَا حَضَرَ الْعَشَاءُ وَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ ، وَفِي رِوَايَةٍ : إِذَا قُرِّبَ الْعَشَاءُ وَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ وَلَا تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ وَفِي رِوَايَةٍ : إِذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ وَلَا يَعْجَلَنَّ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ ، وَفِي رِوَايَةٍ : لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ طَعَامٍ ، وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ
فِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ كَرَاهَةُ الصَّلَاةِ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ الَّذِي يُرِيدُ [ ص: 209 ] أَكْلَهُ ، لِمَا فِيهِ مِنِ اشْتِغَالِ الْقَلْبِ بِهِ ، وَذَهَابِ كَمَالِ الْخُشُوعِ ، وَكَرَاهَتِهَا مَعَ مُدَافَعَةِ الْأَخْبَثِينَ وَهُمَا : الْبَوْلُ وَالْغَائِطُ ، وَيَلْحَقُ بِهَذَا مَا كَانَ فِي مَعْنَاهُ يَشْغَلُ الْقَلْبَ وَيُذْهِبُ كَمَالَ الْخُشُوعِ ، وَهَذِهِ الْكَرَاهَةُ عِنْدَ جُمْهُورِ أَصْحَابِنَا وَغَيْرِهِمِ إِذَا صَلَّى كَذَلِكَ وَفِي الْوَقْتِ سَعَةٌ ، فَإِذَا ضَاقَ بِحَيْثُ لَوْ أَكَلَ أَوْ تَطَهَّرَ خَرَجَ وَقْتُ الصَّلَاةِ صَلَّى عَلَى حَالِهِ مُحَافَظَةً عَلَى حُرْمَةِ الْوَقْتِ ، وَلَا يَجُوزُ تَأْخِيرُهَا . 

Sabda nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda, " ketika makan sore telah datang dan sholat telah di iqomati maka mulailah dengan makan sore "

Di dalam riwayat yang lainya, " ketika makan sore dekatkan dan sholat datang maka mulailah dengan makan sore sebelum sholat magrib dilaksanakan dan janganlah tergesa-gesa dengan makan sore kalian "

Dalam riwayat yang lainya, " ketika makan sore salah seorang diantara kalian telah diletakkan dan sholat di iqomati maka mulailah dengan makan sore dan jangan tergesa gesa hingga selesai darinya."

Di dalam riwayat yang lainnya, " tiada sholat dengan hadirnya makanan dan tiada sholat sedangkan dia menahan kencing dan kotoran "

Hadis- hadis ini menunjukkan makruhnya sholat ketika makanan telah hadir dan dia menginginkan untuk memakannya, karena ini bisa menimbulkan kesibukan dalam hati dan menghilangkan kesempurnaan kekhusyu'an. Serta dijelaskan pula makruhnya sholat bagi orang yang menahan kencing dan kotoran, dan disamakan dengan ini adalah apa-apa yang semakna yaitu yang bisa menghilangkan kesempurnaan khusyu'.

Kemakruhan ini menurut ashab kami dan juga menurut jumhur ulama' adalah ketika waktu sholatnya masih luas, maka ketika waktunya sudah sempit jikalau dia makan kemudian bersuci kemudian waktu sholatnya habis maka dia harus sholat dalam keadaan tersebut untuk menjaga kehormatan waktu dan tidak boleh mengakhirkan sholat. Wallohu a'lam.
 


https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/772485166107627/
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Doa Dua Malaikat Setiap Hari


Di dalam Hadis riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim 


مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا


"Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah/ berinfaq', sementara malaikat satunya berdoa, 'Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit."

باب في المنفق والممسك 



1010 وحدثني القاسم بن زكريا حدثنا خالد بن مخلد حدثني سليمان وهو ابن بلال حدثني معاوية بن أبي مزرد عن سعيد بن يسار عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما اللهم أعط منفقا خلفا ويقول الآخر اللهم أعط ممسكا تلفا


"Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir.''

الحاشية رقم: 1 [ ص: 79 ] قوله : ( عن معاوية بن أبي مزرد ) هو بضم الميم وفتح الزاي وكسر الراء المشددة واسم أبي مزرد عبد الرحمن بن يسار



قوله صلى الله عليه وسلم : ( ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما : اللهم أعط منفقا خلفا ، ويقول الآخر : اللهم أعط ممسكا تلفا ) قال العلماء : هذا في الإنفاق في الطاعات ومكارم الأخلاق وعلى العيال والضيفان والصدقات ونحو ذلك ، بحيث لا يذم ولا يسمى سرفا ، والإمساك المذموم هو الإمساك عن هذا 


Al-Malla ‘Ali al-Qari berkata di dalam syarah hadits ini, "Yang dimaksud dengan 'kikir' di sini adalah pelit memberikan kebaikan atau harta bagi yang lainnya."

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Adapun do'a dengan dihancurkan mempunyai makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau pemilik harta tersebut, maksudnya adalah hilangnya kebaikan karena sibuk dengan yang lainnya."


Para Imam, yaitu Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda' Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطٌّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ مُمْسِكًا مَالاً تَلَفًا.

"Tidaklah matahari terbit kecuali diutus di dua sisinya dua Malaikat yang berseru. Semua penduduk bumi mendengarkannya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata, 'Wahai manusia menghadaplah kalian kepada Rabb kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik daripada yang banyak tetapi dipakai untuk foya-foya, dan tidaklah matahari terbenam kecuali diutus di antara dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarkannya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak dan hancurkanlah harta orang yang pelit.’'




https://m.facebook.com/groups/196355227053960?view=permalink&id=792573580765452&_rdr&refid=18#792732514082892 oleh Ust. Hamzah dan Ust. Rizal PISS-KTB
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

 
Managed by Remaja Musholla RAPI | Supported by Twitter @mushollarapi | Powered by Blogger