Adv 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
MRO Updates :
MR Online Updates »
Bagikan kepada teman!

Keberkahan Makan Sahur


عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم تسحروا فإن في السحور بركة
.

متفق عليه



أن البركة في السحور تحصل بجهات متعددة وهي أتباع السنة ومخالفة أهل الكتاب والتقوى به على العبادة والزيادة في النشاط ومدافعة سوء الخلق الذي يثيره الجوع والتسبب بالصدقة على من يسأل إذ ذاك أو يجتمع معه على الأكل والتسبب للذكر والدعاء وقت مظنة الإجابة وتدارك نية الصوم لمن اغفلها قبل أن ينام 



Dari sahabat Anas Bin Malik Ra, beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (HR. Muttafaqun ‘alaih)


Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan tentang keberkahan dalam sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut :



1. Mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.



2. Pembeda dengan puasa ahli kitab,



berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim).



3. Menguatkan badan dalam melaksanakan ibadah puasa.



4. Menambah semangat agar semakin rajin beribadah.



5. Menolak buruknya akhlaq yang dapat timbul akibat rasa lapar.



6. Dapat menjadi sebab untuk bershadaqah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan bersama-sama mereka.



7.  Menjadi sebab menjalankan dzikir dan doa pada waktu yang diduga merupakan waktu terkabulkannya doa.



8. Waktu sahur dapat digunakan untuk menyusuli niat puasa bagi mereka yang lalai niat sebelum tidurnya.






Dikutip dari Fath al-Baari IV/140 oleh Ust. Masaji Antoro


komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ramadhan Bulan Prestasi

Kita bersyukur, salah satu anugerah dari Allah SWT kepada bangsa Indonesia adalah Kemerdekaan RI yang diproklamasikan 9 Ramadhan atau 17 Agustus. Bulan yang sangat isitimewa kedudukannya dan juga berlimpah ampunan, rahmat dan berkah dari Allah SWT. 

Di saat menahan haus dan lapar, para pendiri bangsa ini justru menorehkan prestasi emas mereka. Di saat sepuluh hari pertama Ramadhan yang merupakan penuh Rahmat Allah SWT, kemerdekaan Republika Indonesia diproklamasikan.

Sejarah telah memperlihatkan kepada kita bahwa banyak prestasi yang ditorehkan di bulan Ramadhan. Yang cukup fenomenal dalam sejarah kenabian adalah terjadinya perang Badar Kubro pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Pada malam menjelang perang keesokan hari, Rasulullah SAW lebih banyak mendirikan shalat.

Dan ketika peperangan kian berkobar, Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah, kecuali jika memang Engkau menghendaki untuk tidak disembah untuk selamanya setelah hari ini.”

Maka turunlah ayat: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS Al Anfal: 9). Pertempuran antara 314 kaum muslimin melawan 1000 orang pasukan Quraisy ini, dimenangkan kaum muslimin dengan izin Allah SWT.

Selain itu, penaklukan kota Mekah juga terjadi di bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 ramadhan tahun ke-8 Hijriyah, terjadi penaklukan kota Mekah. Rasulullah SAW beserta 10.000 kaum muslimin melakukan mobilisasi ke Mekkah karena perjanjian Hudaibiyah telah dilanggar oleh kaum kafir Quraisy. Mereka memasuki Mekah dengan aman. Kaum kafir Quraisy yang mengetahui bahwa setiap penaklukan terjadi pembantaian justru semakin terpesona oleh akhlak Rasulullah SAW karena pasukan Islam tersebut tidak melakukan apa yang mereka bayangkan. Hingga akhirnya banyak penduduk Mekah yang masuk Islam.

Penaklukan kota Mekah ini jika ditarik ke belakang berawal dari pelanggaran perjanjian Hudaibiyah oleh kafir Quraisy. Dan pada awalnya perjanjian Hudaibiyah ini terlihat menguntungkan kaum kafir Quraisy, sampai Umar bin Khaththab ra pun mempertanyakan kepada Rasulullah SAW tentang disetujuinya perjanjian Hudaibiyah oleh Rasulullah SAW. Setelah turun wahyu Allah yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” (QS Al Fath: 1). Maka umat Islam menjadi tenang. Dan setelah terjadinya pelanggaran, maka bergeraklah pasukan Muslim ke Mekah hingga akhirnya beroleh kemenangan tanpa pertumpahan darah.

Prestasi lain yang juga tercatat sejarah adalah pada Ramadhan 92 Hijriah, Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalusia (Spanyol) yang diawali dengan membakar hampir semua kapal yang membawa pasukannya. Tindakan ini menyebabkan tegaknya Islam selama lebih kurang tujuh abad di Andalusia.

Sementara itu, pada Ramadhan 658 Hijriah, Muzaffar Quthz berhasil memimpin kaum muslimin memperoleh kemenangan dari pasukan Tar Tar yang terkenal ganas dan juga tangguh setelah sebelumnya tidak dibayangkan kemenangan melawan pasukan ini.

Dengan melihat sederetan prestasi tersebut, maka bulan Ramadhan bukanlah bulan yang menjadikan umat Islam bermalas-malasan. Justru sebaliknya, bulan yang seharusnya penuh dengan prestasi karena pertolongan Allah sangat dekat dibanding bulan yang lain. Maka merugilah orang yang bermalas-malasan atau bahkan yang menjadikan tidur sebagai ibadah favorit.

Jika tidak mampu berprestasi untuk masyarakat, maka minimal kita bisa menorehkan prestasi untuk diri sendiri dan juga keluarga. Jika di bulan lain kita jarang sholat ke masjid, maka di bulan Ramadhan kita bisa meningkatkan kunjungan ke masjid. Jika di bulan lain kita jarang membaca Allquran, maka di bulan Ramadhan kita bisa meningkatkan intensitas membaca Alquran dan kemudian membiasakannya setelah Ramadhan.




Irwan Prayitno
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Sholat Tahiyatal Masjid

Shalat Tahiyyal masjid hukum-nya sunah. Diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA, bahwa bersabda nabi Muhammad SAW;



 إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ



Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk. (HR. Al-Bukhari- Muslim )



Ijma (kesepakatan) Ulama shalat Tahiyyatal Masjid hukum-nya sunah, oleh karena-nya jika seseorang memasuki masjid, makruh meninggalkan shalat sunah Tahiyyat Masjid, mekipun dalam waktu makruh melaksanakan shalat.



Para Ulama Syafiiyah mengatakan, shalat Tahiyyatal Masjid dilaksanakan dengan dua rakaat salam, berdasarkan hadits di atas. Akan tetapi boleh dilaksanakan dengan lebih dari dua rakaat. 

Mereka para Ulama Syafiiyah juga mengatakan, bahwa shalat Tahiyyatal Masjid tidak disyaratkan niat tertentu, akan tetapi jika melakukan shalat sunah mutlak, atau niat shalat sunah dua rakaat rawatib, atau shalat fardlu maka mencukupi shalat Tahiyyatal Masjid. Alasan-nya karena shalat Tahiyyatal Masjid adalah shalat sebagai penghormatan masjid.



Shalat sunah Tahiyyatal Masjid tidak terikat oleh waktu, sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelum-nya, akan tetapi kapan pun seseorang memasuki masjid, disitulah waktu shalat sunah Tahiyyatal Masjid.



Shalat Tahiyyatal Masjid disunahkan dua rakaat salam, akan tetapi jika menambah lebih dari dua rakaat maka boleh.



Tata Cara Shalat Tahiyyatal Masjid



1. Berniat melaksanakan shalat Tahiyyatal Masjid, bersamaan dengan takbiratul ihram.



Lafal niat shalat Tahiyyatal Masjid adalah sebagai berikut;



أُصَلّي سُنَّةَ التَّحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Aku berniat melaksanakan shalat sunah Tahiyyatal Masjid dua rakaat karena Alloh taala.



2. Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan sebagaimana shalat sunah pada umum-nya, hingga salam.



PISS-KTB
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Renungan


Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para syetan diikat. Juga terdapat pada bulan ini, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa tidak memperoleh kebaikannya, maka dia tidak memperoleh apa-apa.

Nabi menganjurkan untuk memperbanyak membaca doa di bulan Ramadhan ini. Diantara doa-doa yang mahsyur adalah:

أشهد أن لا اله الا الله استغفرالله نسألك الجنة ونعوذ بك من النار

اللهم إنك عفوّ تحب العفو فاعفو عنا
streaming radio
 
Managed by Remaja Musholla RAPI | Supported by Twitter @mushollarapi | Powered by Blogger