Adv 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus-Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Selamat membaca »
Bagikan kepada teman!

Saat Hari Perhitungan Tiba


Di Hari Perhitungan, setiap orang akan melihat seluruh episode hidupnya berderet rapi di lemari perbendaharaan amal. 

Saat pintu pertama terbuka dan cahaya terang memancar darinya, berarti episode kehidupan itu dihabiskan dalam kebaikan. 

Hatinya akan dipenuhi kegembiraan yang begitu besar, yang sedikit saja darinya terasa akan membuat penghuni neraka melupakan panasnya api.

Pintu kedua terbuka; yang tampak hanya kegelapan dan pancaran bau yang sangat busuk, yang memaksa setiap orang menutup hidung. 

Itu berarti ia menghabiskan episode itu dalam kemaksiatan. 

Ia akan merasakan ketakutan yang sangat besar, yang sedikit saja darinya mampu membuat para penghuni surga gelisah dan memohon rahmat.

Pintu lemari ketiga terbuka; di dalamnya tampak kosong, tak ada cahaya tak pula kegelapan. 

Ia mencerminkan saat-saat yang tidak dipakai untuk kebaikan maupun keburukan. 

Ia sangat merasa menyesal dan kebingungan laksana orang yang punya banyak harta namun menyia-menyiakan atau membiarkannya lepas begitu saja.

Begitulah seluruh episode kehidupan manusia akan ditunjukkan satu demi satu di hadapannya. Karena itu, setiap orang mesti berkata kepada jiwanya di setiap pagi, “Allah telah memberimu bonus 24 jam. 

Berhati-hatilah agar kau tidak kehilangan sedetik pun darinya, karena kau tidak akan mampu menanggung besarnya penyesalan saat kerugian besar menimpamu.”



Imam Al-Ghazali dalam Kimiya As-Sa’adah
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Mensyukuri Yang Tidak Ada

Selama ini hamba baru bisa sesekali bersyukur kepada-Mu wahai Sang Maha Pemberi. Itu pun baru sebatas mensyukuri apa yang menurut hamba termasuk karunia. Hamba bersykuri atas apa-apa yang ada, meski tak semuanya mampu hamba sebut dan hamba hadirkan dalam hati.

Alhamdulillah, kini Engkau kembali menunjukkan kasih sayang-Mu dengan membimbing hamba, sehingga hati hamba perlahan menyadari, ada satu hal yang hamba lupakan, hamba lupa mensyukuri karunia-Mu yang tidak ada pada hamba.

Sakit yang menyiksa tidak hamba dapati pada diri hamba, sementara banyak orang lain tergeletak lunglai, meringis menahan sakit, ditambah lagi tersiksa kebingungan memikirkan biaya berobat yang kian hari tidak murah. Hamba bersyukur, Alhamdulillah sakit itu tidak ada pada hamba.

Gersang, sepi sendiri tak hamba dapati, sementara banyak diantara orang-orang diluar sana, terseok-seok dalam dekapan sunyi, berjalan tanpa arah, mereka resah, bingung, termakan dilemma antara meneruskan hidup yang tidak menemukan kedamaian dan kematian yang tidak pula menjanjikan kebahagiaan. Alhamdulillah, Engkau masih menganugerahi hamba-Mu ini dengan keberadaan orang-orang yang hamba  sayangi dan menyayangi hamba, Engkau masih hadirkan kehangatan diantara kami, saling mengerti dan memahami.

Dan ribuan bahkan jutaan nikmat lainnya yang tidak ada pada kami,yang jikalau satu saja Engkau tancapkan pada kami, maka akan habislah waktu untuk meratapinya, maka akan sibuklah hati,akal, jiwa raga kami memikirkannya. Semua ujian dan cobaan-Mu masih bersumber dari Kasih-Sayang-Mu. Bukan berwujud adzab dab siksa-Mu.

Terima kasih ya Alloh …..Alhamdulillah, atas semua kenikmatan baik yang ada atau tiada pada kami  



Nanang Saputra
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Mengikis Budaya Konsumtif

Menurut sejumlah cendekiawan, budaya konsumerisme yang mewabah saat ini tidak terlepas dari perkembangan budaya kapitalisme yang menempatkan konsumsi sebagai titik sentral kehidupan dalam tatanan sosial masyarakat. Masyarakat seakan-akan berlomba untuk menjadi manusia konsumtif.

Perilaku inipun  tidak terlepas dari peran media massa. Iklan-iklan televisi, radio, media cetak termasuk iklan outdoor seakan-akan menghipnotis kita untuk masuk dan menjadi manusia konsumtif, lebih-lebih pembangunan fasilitas pembelanjaan diseluruh kota bertujuan untuk  memanjakan masyarakat untuk berbelanja.

Tidak percaya, coba nyalahkan televisi, dipastikan kita hampir setiap hari akan melihat tayangan-tayangan iklan beraneka ragam guna menawarkan sebuah produk yang diproduksi, mulai sandang, pangan, hingga kartu telepon seluler sekalipun, termasuk hiburan seperti sinetron, musik,  dan humor. Itu tidak lepas dari dukungan sponsor. Melalui iklan di media cetak maupun elektronik berbagai komoditas yang diproduksi dan dilempar ke ranah pasar.

Tanpa kita sadari, masyarakat selalu diposisikan sebagai konsumen potensial untuk meraup keuntungan bisnis. Perkembangan kapitalisme global membuat, bahkan memaksa masyarakat pada suatu kondisi dimana seolah-olah ‘hasrat’ mengkonsumsi lebih diutamakan.

Nafsu manusia memang seperti air. Tidak pernah terhenti untuk selalu mengalir. Namun bukan berarti kita tidak bisa menahannya. Ada baiknya kita mendengarkan kisah Khalifah Umar bin Khathab. 

Suatu ketika Umar pernah menghukum Amru bin Ash, sang gubernur Mesir kala itu yang berbuat semena-mena terhadap seorang rakyatnya yang miskin.

Seorang gubernur yang bertugas di Hamash, Abdullah bin Qathin pernah dilucuti pakaiannya oleh Umar. Sang khalifah menyuruh menggantinya dengan baju gembala. Bukan itu saja, si gubernur diminta menjadi penggembala domba sebenarnya untuk beberapa saat. Hal itu dilakukan Umar karena sang gubernur membangun rumah mewah buat dirinya. “Aku tidak pernah menyuruhmu membangun rumah mewah!” ucap Umar begitu tegas.

Dari kisah ini memberi pelajaran bahwa seorang pemimpin itu tentunya agar berpola hidup sederhana dan sesungguhnya dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW pernah bertutur,  “Berhentilah kamu makan sebelum kenyang.” Artinya pola hidup konsumtif yang berlebihan tidak sesuai dengan ajaran Islam.



DR HM Harry  Mulya Zein (dimuat di Republika)
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Tahukah Anda



Mantapkanlah pilihan Sobat MRO dalam memilih pemimpin dengan membaca doa:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻻ ﺗﺴﻠﻂ ﻋﻠﻴﻨﺎ (ﺑﺬﻧﻮﺑﻨﺎ) ﻣﻦ ﻻ (ﻳﺨﺎﻓﻚ ﻭﻻ) ﻳﺮﺣﻤﻨﺎ

Allahumma Laa Tusallit Alaina Bidzunubina Man La Yakhofuka Wa laa Yarhamuna.

Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan atas kami (karena dosa-dosa kami ) orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

Jami At Tirmidzi (Sunan At Tirmidzi)
 
Managed by Remaja Musholla RAPI | Supported by Twitter @mushollarapi | Powered by Blogger