News Update :
MR Online Updates »
Bagikan kepada teman!

Kisah Pemuda Shaleh Yang Mempunyai Orang Tua Babi

Nabi Musa AS adalah satu-satunya nabi yang diizinkan berdialog langsung dengan Allah S.W.T.  Setiap kali hendak bermunajat dan berdialog dengan Allah, Nabi Musa naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia berdialog dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah menjawab saat itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
 
Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di surga kelak yang akan menjadi sahabatku?” Allah pun menjawab dengan memberitahu sebuah nama, nama kampungnya serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa benar-benar penasaran dengan orang itu. Betapa istimewanya dia, tidak dikenal tetapi kelak setingkat dengan Nabi di surga. Siapakah dia dan apakah amal-amalnya? Musa turun dari Bukit Tursina dan berjalan berhari-hari mencari orang itu ke tempat yang diberitahu Allah. Setelah beberapa hari dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat yang dituju.
 
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk setempat, Musa berhasil bertemu dengan orang tersebut. Ia ternyata seorang pemuda. Setelah memberi salam, Nabi Musa dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Anehnya, pemuda itu tidak melayaninya. Dia malah masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu dituntunnya dengan baik dan rasa hormat. Nabi Musa terkejut melihatnya. “Lho, apa-apaan pemuda itu? Ia memelihara babi di rumahnya?” Kata Nabi Musa tersentak kaget dalam hatinya penuh keheranan.
 
Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu, babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantarkan kembali ke dalam kamar. Tidak lama kemudian dia keluar lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dituntun diantar kembali lagi ke dalam ke kamar yang sama.

 
Setelah selesai barulah dia melayani Nabi Musa AS. Musa bertanya heran:

 
“Wahai anak muda! Apa agamamu sampai berbuat seperti itu kepada babi?”

 
“Agamaku agama Tauhid. Aku beriman kepada Allah.” Jawab pemuda itu.

 
“Tapi, mengapa kamu mengurus babi bahkan sampai seperti itu? Kita tidak boleh begitu terhadap babi.” Kata Nabi Musa.

 
“Wahai Tuan,” kata pemuda itu, “sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapakku. Karena mereka melakukan dosa besar, Allah telah mengazab mereka dengan mengganti wujudnya menjadi babi. Soal dosanya itu, biarlah itu urusannya dengan Allah. Sebagai anaknya, aku tetap melaksanakan kewajibanku mengurus mereka. Hari demi hari, aku berbakti kepada kedua ibu bapakku seperti yang tuan lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku sebagai anak. Sebagai anak, aku harus begitu kepada orang tuaku. Begitulah ceritanya!” kata pemuda itu.

 
“Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar dosa mereka diampuni. Aku memohon supaya Allah menukarkan wajah mereka kembali menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum mengabulkan hajatku.” Tambah pemuda itu lirih, sedih dan pilu.

 
Setelah selesai pemuda itu bercerita, ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS. “Wahai Musa, inilah orang yang akan menjadi sahabatmu di surga nanti sebagai buah dari baktinya yang sangat tinggi kepada kedua orang tuanya. Ibu bapaknya yang sudah buruk rupa menjadi babi pun, dia tetap berbakti. Oleh karena itu, Kami naikkan maqamnya ke derajat yang tinggi di sisi Kami.” Kata Allah SWT.

 
Allah meneruskan lagi memberi kabar: “Karena dia telah berada di maqam yang tinggi sebagai anak yang shaleh disisi-Ku, kini Aku kabulkan do’nya. Tempat kedua ibu bapaknya yang tadinya Aku sediakan di dalam neraka, kini telah Kupindahkan ke dalam surga".





Mbah Jenggot (Pengasuh PISS KTB)
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Enam Perkara Yang Di Rahasiakan Allah SWT

Dari Sahabat Umar RA beliau menerangkan:
 
''Allah ta'ala menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara yang lain,yaitu: 

1.Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya. 

2.Allah menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya. 

3.Allah menyembunyikan Lailatul Qodar dalam bulan Ramadhan. 

4.Allah menyembunyikan para Wali di antara manusia. 

5.Allah menyembunyikan kematian dalam umur. 

6.Allah menyembunyikan 'ash-sholatul wushta' (sholat yang paling utama) dalam sholat lima waktu.'' 

''Allah merahasiakan enam hal tersebut di dalam enam yang lain maksudnya adalah : 

1. Agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya,sehingga tidak sepantasnya bagi siapapun untuk meremehkan ketaatan meskipun sangat kecil,sebab boleh jadi justru di situlah ada ridha Allah. 

2. Agar manusia mau menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan takut terjerumus ke dalamnya,sehingga tidak sepantasnya bagi siapapun untuk meremehkan kemaksiatan meskipun sangat kecil,sebab boleh jadi justru di situlah murka Allah. 

3. Agar ada kesungguhan dalam ' menghidupkan 'seluruh hari di bulan Ramadhan,sebab sebagaimana di sebutkan dalam Hadist 'pahala ibadah sunnah di bulan Ramadhan sama dengan pahala ibadah wajib pada bulan selainnya dan agar bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar sebab nilainya lebih baik dari 1000 bulan ( 83 tahun 4 bulan ). 

4. Agar manusia mau menghormati setiap orang dan tidak meremehkannya,sebab kalau seseorang meremehkan orang lain,boleh jadi orang yang diremehkannya itu justru wali Allah. 

5. Agar manusia selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kematiannya

6. Agar seorang muslim betul - betul memelihara semua sholat wajibnya.




Sumber: Kitab Nashaihul'Ibaad Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani 
karya Al  Imam Muhammad Nawawi al Bantani
komentar (1) | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Kemanusiaan, Kehewanan, Kemalaikatan, atau Kesetanan?

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Al-Baqarah : 7-8).


Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui (QS Al-Ankabuut : 64).


Dari kedua ayat tersebut bisa kita simpulkan bahwa banyak manusia yang beranggapan bahwa yang namanya kehidupan hanya ada di dunia ini, tidak ada kehidupan yang lain. Orang-orang seperti itu tidak percaya bahwa setelah mati nanti kita akan bertemu dengan Allah. Sehingga pantas ketika mereka hidup, yang mereka cari sehari-hari hanyalah kebahagiaan dunia. Namun, Allah sudah memastikan mereka yang begitu akan masuk neraka.


Apakah kita sadar bahwa kehidupan dunia ini ibarat sebuah sandiwara? kehidupan ini sama dengan sinetron dengan segala adegannya hanyalah sebuah akting untuk memenuhi tuntutan cerita. Dalam sinetron, pemain yang tampil seram mungkin sebenarnya adalah orang yang ramah. Bahkan seorang yang memerankan tokoh kyai bisa saja seorang non-muslim.


Perspektifnya, dalam hidup, kita melihat banyak orang berakting. Misalnya tidak sedikit mereka yang masuk golongan manusia elit tapi justru tergolong pada manusia tikus yang sedang berhias agar terlihat bagus. Bahkan bisa saja orang yang telah beriman kepada Allah, melakukan shalat, puasa, dzikir, bahkan sudah naik haji berkali-kali, namun kenyataannya sama saja dengan orang-orang tadi, yaitu bersifat serakah, rakus, gila harta, hingga yang namanya korupsi pun jadi hobi.


Terkait dengan hal ini, Allah berfirman, Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al-An'am : 112).
 

Jadi jelas, bahwa setiap orang bahkan para nabi sekali pun, selalu dibuntuti setan. Setan itu bisa berbentuk jin, manusia, atau dolar amerika. Setan pun tidak akan pernah mati.


Kalau pun mau diadu, memang manusia makin lama makin cerdas, tapi setan bisa lebih cerdas lagi. Manusia mencoba membuka banyak universitas, tapi universitas buatan setan lebih canggih lagi. Buktinya banyak lulusan universitas manusia yang berbuat jahat. Silahkan simak sendiri para koruptor yang sering diberitakan itu, apakah mereka itu orang awam atau lulusan perguruan tinggi?


Manusia punya bermacam-macam sifat, ada yang bersifat hewan, setan, atau malaikat. Manusia yang bersifat seperti hewan didominasi sifat hewan, yaitu rakus akan makanan dan seks. Lalu manusia yang bersifat seperti setan jelas hobinya berbuat jahat. Baginya tiada hari tanpa kejahatan. Sedangkan manusia yang bersifat seperti malaikat adalah manusia yang gembira dan selalu melakukan perbuatan baik. Pertanyaannya, termasuk manusia manakah bangsa kita saat ini?


Tapi manusia tetaplah manusia yang bisa menjadi apapun. Tidak ada manusia yang mutlak menjadi seperti hewan, setan, atau malaikat. Manusia akan berkembang, tergantung pada lingkungan pendidikan dan pergaulannya. Akibatnya, keimanan manusia berubah. Kadang naik ke puncak, tapi kadang sampai anjlok.


Lalu bagaimana agar iman kita tidak sampai anjlok?


Rasulullah mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah setiap kita bertemu situasi yang rentan godaan setan. Misalnya dengan membaca ayat kursi atau surat Al Falaq. Lalu pada prakteknya, tinggalkan pekerjaan yang mubazir, kendalikan mata dari pandangan haram, telinga dari suara haram, mulut dari ucapan dan makanan haram, pikiran dari rencana haram, kendalikan hati, jauhi segala perbuatan haram.


Dengan kiat-kiat tersebut, maka peluang setan pun akan tertutup rapat, Insya Allah.





Hendra
komentar | | Read More...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

 
Managed by Remaja Musholla RAPI | Supported by Twitter @mushollarapi | Powered by Blogger